Ingat dan Lupa dalam Sekali Waktu

Kutemui seseorang yang begitu mudahnya ingat ketika disakiti
Lalu, begitu berinisiatif untuk menasehati
Tampil sebagai seseorang yang sempurna tanpa cela

Masih pada orang yang sama
Kutemui juga ia yang lupa ketika menyakiti
Lalu, lupa menasehati dirinya sendiri
Tampil seperti orang yang tempo hari ia nasehati

Begitulah…
Ketika memikirkan tak semudah mengatakan,
dan mengatakan tak semudah melakukan

Ternyata mengingat kata yang keluar pun tak mudah
Ditambah konsisten berbuat kebaikan dari perkataan

Berpikir dan merasa diri paling baik ibarat berdiri di pinggir jurang
Salah langkah, bisa jatuh
Bahkan tanpa perlu didorong oleh orang lain

Hati-hati…
Ingat-ingatlah kebaikan
Rasakanlah perasaan orang
seperti kamu berharap dimengerti orang

Hukum yang sederhana memang
dan karena sederhana, jadi mudah dirasa

Writing is my way to talk with my self and you too

2 comments: On Ingat dan Lupa dalam Sekali Waktu

  • “Masih pada orang yang sama
    Kutemui juga ia yang lupa ketika menyakiti
    Lalu, lupa menasehati dirinya sendiri
    Tampil seperti orang yang tempo hari ia nasehati”

    ini kok rasanya menusuk di dada ya, kalimat yang persis saya dengar beberapa tahun lalu.

Leave a reply:

Your email address will not be published.