Perkara Sendiri dan Ditinggalkan

Disaat-saat seperti ini. Ada hal kecil-kecil, bulat-bulat (ku beri bentuknya), yang cukup mengganggu. Namanya cemas.

Berawal dari cemas karena merasa sendirian dan cemas takut salah pada seseorang. Cemas takut salah pada seseorang? Hmmm… agaknya itu adalah bentuk cemas takut ditinggalkan, bukan perkara cemas takut dinilai negatif oleh orang lain. Dinilai negatif telah lama aku ikhlaskan sebagai bagian dari setiap tubuh yang hidup. Pastilah ada buruknya, termasuk aku.

Mengapa –ditinggalkan- kerap kali jadi pekara(ku)?

Sederhana. Ditinggalkan dan sendirian bisa menjadi sepasang sahabat yang saling dukung mendukung. Selama ini keduanya cukup menjadi batu-batu yang menantang, memberi pelajaran, sekaligus sebabkan tangisan, untukku. Tenang, ini cerita tentangku, tidak akan sama denganmu. Jadi, tak perlu risaukan bahwa bulat-bulat kecil ini akan ganggu hidupmu.

Awalnya aku coba melawan menjadi sosok yang kuat untuk berbagi amarah agar ia pilih tinggalkan aku, agar bulat-bulat kecil ini tak hantui hidup dan langkahku. Ternyata, ia bersahabat dengan amarah. Tak sulit baginya mempermainkan amarah bak penari ular yang berani bermain juga dengan api.

Jadilah pertunjukkan meriah untuk aku yang sunyi. Bising!

Kali ini, aku pilih untuk berdamai dengannya. Berdamai dengan cara sesederhana mungkin. Paling sederhana yang ku bisa adalah menerima dan memberi ruang. Sederhana bukan ? Walaupun pada dasarnya ruang dalam diriku menjadi sesak, naikke dada, dan akhirnya tumpah jadi tangisan.

Namun, aku tidak marah. Sama sekali. Aku memeluk diri untuk ucapkan selamat. Dimana lembar baru lebih mudah dibuka dari kemarin.

Seseorang sedang hidup dan bernafas untuk menemaniku. Agaknya aku terlalu kasar padanya jika aku bilang aku selalu sendirian.

Perkara sendiri dan ditinggalkan, bukannya kita lahir dan mati akan demikian?

Tak seharusnya aku permasalahkan sampai sebegini buta tak melihat hati tulus yang selama bertahun-tahun ini memapahku keluar dari zona nyaman si bulat-bulat kecil itu.

mungkin bersambung…

Writing is my way to talk with my self and you too

Leave a reply:

Your email address will not be published.