Cerita Seorang Teman: Pikiran Negatif tentang Dia, benarkah?

Masih cerita melalui pesan elektronik.

Jadi begini ceritanya…


Aku sudah menjadi pacarnya sejak beberapa tahun. Dan beberapa tahun juga aku berhubungan jarak jauh dengannya. Aku sayang dan sangat sayang padanya, tapi ada sesuatu yang selalu menggangguku, yaitu pikiran negatif tentang dia.

“Contohnya apa?”

Aku bingung menyebutkannya. Aku curiga dan tidak nyaman, begitu tidak nyaman. Aku merasa hanya punya dia dan tak ingin ia pergi. Namun, aku juga berusaha beri ruang untuknya. Ini membuatku muak. Perasaan negatif ini membuatku muak.

“Apakah pikiran negatif itu pernah terbukti?”

Jawabannya tidak. Ia laki-laki yang baik. Pikiran negatifku tidak pernah terbukti. Namun, tidak juga pernah cepat hilang seperti yang aku harapkan. Bahkan ini hanya akan membawa pertengkaran dalam hubungan kami yang sudah berjarak secara harafiah ini.

Seperti ada yang berbisik tentang hal buruk yang mungkin terjadi, kadang aku bisa tenang dan menguasai diri, tetapi kadang aku tak bisa pastikan ketenangan itu dan terbawa.

Di mataku, dia baik dan selalu baik. Banyak orang katakan ini itu tentang dia dan memintaku untuk mencari seseorang yang dekat saja. Hal itu jelas membuatku semakin tertekan karena aku tak ingin siapapun selain dia. Susah? Iya! Menghadapi diri sendiri sudah perlu usaha, ditambah menghadapi orang lain yang seperti itu.

Di mataku dia baik dan di mataku, pikiranku yang salah. Begitulah …

—–

sisi lain dari cerita ini yang tidak diceritakan tetapi sampai juga disini adalah …
“Dia marah ketika aku upload foto berdua dengannya. Aku sedih ketika dia marah.”
“Aku merasa dia ada apa-apa dengan seorang wanita lain, aku ikuti dia untuk mencari tahu.”

Writing is my way to talk with my self and you too

Leave a reply:

Your email address will not be published.