Bilang Saja

Kamu harus jujur

Pertama, pada dirimu

Kemudian, pada semesta

Katakan apa yang kau rasa

Juga yang ingin kau rasa

Keduanya mungkin berbeda

Bahkan wajar berbeda

Kau hebat jika bisa ungkapkan


Sebutkan yang kau lihat

Mungkin berbeda dengan yang kau ingin

Juga yang dia ingin

Sebutkan saja

Karena itulah nyatanya

Ia hanya ingin keluar dari mulutmu

Tak tahan lama dipaksa tertelan


Bisa kubilang, barus aja pintuku diketuk

Pak pos pengingat yang tersenyum manis

Katanya, tak baik membuatnya tak tertulis

Ia sudah siapkan pengantar agar cepat sampai

Bahkan amplopnya sudah ada

Tinggal aku jujur saja pada rasa

Wujudkan ia dalam kata-kata

Ya yang tertulis


Apa yang aku rasa?

Aku senang ditegus, diingat

Apa yang ingin aku rasa?

Satu kelegaan ketika melihatnya bisa mengingatkan

Keduanya ternyata tak berbeda

Kecuali tentang waktu

Aku belum hebat karena belum ungkapkan


Apa yang aku lihat?

Sebuah tembok tinggi yang harus kupanjat

Apa yang aku ingin?

Sepasang sayap untuk terbang, sepasang kaki untuk melangkah

Apa keduanya berbeda?

Kurasa tidak, terutama dalam hal simbiosis


Aku akan keluarkan, lewat kata-ata

Ia pasti tak tahan ditelan lagi dan lagi

Pak pos akan mengetuk

dan aku tak mau buat ia kecewa

tak mau buatnya pergi tanpa surat

Writing is my way to talk with my self and you too

Leave a reply:

Your email address will not be published.