Oktober Merindu

Darinya [26 September 2017]

Sadarkah engkau
ada kenangan yang tersimpan pada awan
menyeruak ketika langit kelam
rintik hujanpun bergumam

sadarkah kau
angin pun mengantarkan pesan
dari aroma tanah
dan dedaunan
serta kehangatan yang menyusul hujan

sadarkah kau
kenangan itu tersimpan di awan hujan
kenangan pertama melihatmu
sehabis hujan

***

Dariku… [1 Oktober 2017]

Sore ini aku terbangun
Dibangunkan suara hujan
Kudapati hujan deras
Petir besar berulang kali membalas

Angin seakan ikut berpesta
Jalanan sepi menunggu disana

Aku yang mencari tenang
Kamu yang memberi tenang
Ku bayangkan kita dalam dekapan
Hadapi petir keras yang menakutkan

Tapi…
Ku dapati, aku tak ingin
Setengah perasaanku manja minta dipeluk
Setengahnya lagi katakan kalau kau masih jauh
Jika datang, bisa saja kehujanan,
lalu kesakitan, dan akhirnya tak bisa memeluk

Tenangmu ajarkan aku kesabaran
Bertemu setengah bagian diriku yang manja
Katakan bahwa kan tiba waktunya
Berdua saat hujan, tanpa kesakitan
Tenang dalam dekapan

***

Oktober merindu…
Mungkin itu judul awal untuk bulan ini.
Kami yang tak semudah itu bertemu, akhirnya digiring hujan menuju rindu.
Puisi, ya… pada puisi kami mengadu.

Tenang, Oktober juga kan membawa kita bertemu…

***

Gambar di atas diberikan oleh seorang seniman Aulia Ramadhan Zuswana pada tanggal 2 September 2017. Mungkin hadiah untuk kami yang tak bisa bertemu 🙂

Tudah memang selalu tahu dan berikan hadiah j lucu :*

A psychology learner who love to listen your stories and write them on the paper

Leave a reply:

Your email address will not be published.