Be Kind

Aku ingin berbagi kunci
Kunci yang baru-baru ini membukakan pintu cahaya untukku

Ceritanya …
Desember memperkenalkanku pada hal yang tak biasa
Ketika aku harus menahan sakit fisik yang akhirnya pun menjadi tekanan psikis
Hmmmm… rasanya? tidak enaknya tidak perlu ditanya
Saat itu bangun tidur rasanya gemetar
Lalu tidur rasanya sulit bernafas
Bicara rasanya ingin tapi tak bisa
Berpikir harusnya perlu tapi tak kuasa
Ku sebut itu gelap

Hingga akhirnya aku bangun suatu pagi
Lalu gelap semakin gelap
Sakit fisik menjalar kepada emosi yang tidak stabil
Kata si pemberi obat, mungkin karena suntikan juga
Hmm… tapi dalam hati harusnya tak sepecah itu
Aku tersungkur dalam “ketidakbaikan”
Rasanya bicara yang keluar tak seperti yang kuharapkan
Rasanya pikiran yang berjalan tak seperti yang kuinginkan
Rasanya salah… tapi tak juga ingin diam
Mungkin karena banyak yang harus diselesaikan

Lalu, ditambah rasanya sakit ini hanya dimengerti sendiri
Terjebaklah dalam kesendirian
Lengkap sudah, yang gelap semakin gelap
Oh, Desember

Suntikan untung bekerja dengan baik
Minggu ketiga tinggal pemulihan
Fisik membaik, tetapi kenapa masih ada gejolak emosi?
Ku tanyakan pada malam
Ia yang biasanya gelap
Mungkin bisa bantu aku mengerti gelap
Kubaca setiap jengkal gelapnya
Ku dengar tiap semilir gerakan udaranya

Oh jadi begitu …
Begitu rasanya ada dalam kegelapan
Pantas saja nasihat tak jua beri cahaya

Oh, Desember
Akhirnya aku pernah rasakan langsung
Gelap yang sering diceritakan padaku
Sendiri
Serba salah
Ingin banyak
Tak bisa banyak
Kepala tak bisa tenang
Sedih yang lebih panjang dari biasa
Oh, jadi begini rasanya

Suatu sore itu akhirnya tersenyum disadarkan
Ketika seorang anak duduk di depanku, bebas bercerita
Katanya, -tak ada orang baik di dunia-
Ku biarkan ia bercerita
Hingga ia berhenti dengan penutup – bukan artinya aku nggak baik ya kak-
Kami tertawa berdua

Itulah saat kunci pintu cahaya diberikan padaku
Jadi begitu kusutnya para cerita dalam kepala
Namun, persis seperti disonansi yang anak kecil itu ciptakan
Sebenarnya seakan tak ada yang baik, padahal ada
Seakan tak ada yang benar, padahal ada

Yap
Kunci pintu dibuka

Jadilah baik …
Berpikirlah baik, pun berkata dan berbuat juga demikian
Tak ada yang benar-benar benar dan seluruh dunia katakan benar
Ketika aku mengejar benar, kadang lupa pada baik
Mungkin untuk pastikan itu benar, dunia perlu akui itu
Namun, tak perlu konfirmasi seluruh dunia untuk berbaik hati pada setiap orang
Setiap fisik dan jiwa yang sedang berjuang dalam bentuk yang berbeda

Aku sempat lupakan itu saat gelap menggantungkan dirinya padaku
Ah, lelah… gelap itu berat, coba berlari cari benar, hingga lupa pada baik
Namun, kupahami bahwa ia coba aku agar merasakan setiap cerita yang pernah sampai padaku
Agar esoknya aku bisa paham ketika ada yang bilang “aku sedang berada dalam gelap…”

Bahwa begitu rasanya gelap
Begitu sebenarnya rasa-rasa tak enak yang seringnya kudengar dan berusaha kuraba untuk rasakan
Memang susah diucapkan, persis saat mereka katakan “Aku bingung cerita darimana”
Memang susah diselesaikan, persis saat mereka katakan “Sulit, sepertinya tak bisa..”
Seakan mustahil bertemu cahaya, persis seperti beberapa yang menyerah dan tidur selamanya
Namun, gelap tak pernah ingin kamu tidur, apalagi selamanya

Gelap waktu itu, membuat aku beristirahat
Coba rasakan hal baru yang bisa membuatku memeluk banyak orang yang pernah rasakan gelap
Lalu katakan … “Aku paham lelahnya, mari kita melangkah bersama”
Gelap ajarkan tentang diri sendiri
Gelap ajarkan tentang menenangkan diri
Hingga berujung pada kunci, jadilah baik
Pelan-pelan, tak apa
Jadilah baik

Desember punya cerita…
Tentang gelap yang bertegur sapa
Tentang kunci pintu penuh cahaya

Writing is my way to talk with my self and you too

Leave a reply:

Your email address will not be published.