Cerita Kita di Tahun 2018

Terima kasih, ya

Terima kasih atas banyak sekali kesempatan yang diberikan di tahun 2018 ini. Ada energi baik yang menetralkan masa-masa kelu yang hadir saat itu ?

Ulang Tahun dan Kertas Pertama
Ini kali pertama aku merayakan ulang tahun di Yogyakarta, hadiah manis dari Sas ? Kali pertama aku bertemu candi-candi yang rasanya seperti rumah dan aku tidak perlu pulang, hahaha baru pulang karena hujan. Ini ulang tahun istimewa, berbeda dari biasa. Di saat yang sama, ada “Ketika Hati Bersuara” yang akhirnya berani bersua pada pembacanya melalui kertas-kertas cerita.
Ini buku pertamaku, buku kumpulan cerpen pertama yang isinya 11 cerpen yang aku tuliskan. Ada karya ilustrasi Icha, Ratih, dan Umi juga di dalamnya. Sebagai hal pertama, buku ini mungkin masih bagian semurni-murninya Putri yang sedang belajar. Senang, syukur, maknanya tak terucap.

Profesi Psikologi Klinis Anak
Singkat cerita, setelah ikut SIMAK dan proses seleksi lainnya, April 2018 aku diterima sebagai mahasiswi Magister Profesi Psikologi Klinis Anak Universitas Indonesia. Haaahhhh….. aku bersyukur sekali dibawa lebih dekat dengan hal yang aku sukai, belajar lebih dalam dengan hal yang membuatku ingin tahu lagi dan lagi. Semoga prosesnya 5 semester ke depan bisa aku lalui dan tentu maknai sebagai hal yang menuntunku dalam menjalankan peran nantinya :”) Doakan yaah, jalan ini panjang, katanya maraton, tentu energinya harus dijaga agar banyak makna yang bisa dibawa.

Hari Anak Nasional yang Berbeda
Biasanya, Hari Anak Nasional selalu aku lewati di Bali bersama teman-teman Gdebook. Sekarangpun masih sama. Namun, sebelum itu ada hal manis yang terjadi, aku bisa menyelesaikan buku cerpen anak pertamaku, judulnya “Cerita dari Balik Jendela”. Hal yang lebih membahagiakan lagi adalah buku itu bisa aku bagikan secara gratis pada anak-anak di panti asuhan dan sanggar belajar.

Buku ini berisi 7 cerpen anak yang aku tulis dan 7 ilustrasi dari
@komikrukii
@yujinsick_
@mrapt
@shikkadaman
@arugarts
@anindyalaras
@_oguri
dengan editor Kak Vanda Parengkuan

Manis sekali rasanya, masih sama …. rasanya tidak menyangka.

Undangan Berbagi Cerita
Ada kejutan di pertengahan tahun 2018 ketika ada undangan dari Rumah Perubahan untuk mengisi kelas menulis anak-anak SD Santa Ursula. Nyaamm… Ini kali pertama dan membuat rasa-rasa campur aduk. Coba aku terima undangan ini. Setelah aku jalakan, kelas selama 3 jam yang aku isi… Surprise! Ini sangat menyenangkan. Anak-anak terlibat aktif dalam kelas menulis ini. Pengalaman pertama yang membuatku senang sekali. Aku suka mereka berani berekspresi sejak dini, terlebih lewat tulisan. Mereka bebas melatih imaji ke sana dan ke mari hingga lahir paduan kata-cerita yang apik. Banyak tulisan baik hasil karya anak-anak di kelas ini. Mereka hebat, mereka berikan banyak energi positif untukku. Terima kasih, ya!

Seperti agenda tahunan, di tahun 2018 ini juga aku diberi kesempatan lagi untuk berbagi cerita kepada teman-teman pengajar Gerakan Universitas Indonesia Mengajar angkatan 8, sudah 3 tahun setelah angkatanku selesai masa aksi, tidak terasa yah! Bertemu dengan pengajar terpilih yang beberapa di antaranya aku temui saat seleksi wawancara jadi membawaku pada masa nostalgia. Ya, sebelum bertemu anak-anak di desa, mempersiapkan diri dan nyali memang jadi hal wajib dilakukan. Hanya ada 25 hari masa aksi, kebersamaan yang tidak bisa terulang apalagi selama itu, kesempatan sekali saja :”)

Masih sama seperti tahun sebelumnya, agenda tahunan lain adalah berbagi cerita dengan para orang tua siswa Sekolah Non Formal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Tahun ini topiknya tentang pola asuh di dunia digital. Walaupun ini kali ketiga, tetapi gulu-gulu di perut tetap terasa. Bicara di hadapan puluhan orang tua dan aku yang belum jadi orang tua adalah tantangan manis yang selalu berhasil memberi pelajaran padaku juga. Terima ibu dan bapak, terima kasih sudah saling bercerita, yah ?

Bounce Back Project
Suatu hari aku dan Sas bertukar pikiran tentang hal-hal yang kami lewati sepanjang masa kanak-kanak. Lucu dan seru. Banyak hal yang disyukuri walaupun ada hal yang rasanya gemas untuk diperbaiki. Akhirnya, kami menepi pada keinginan untuk berbagi semangat pada anak-anak hingga teman-teman seusia yang sedang melewati naik turunnya hidup. Dari situlah Bounce Back Project lahir, tepat di 12 Juli 2017.

Lama di masa mencari teman, menyesuaikan bentuk, merencanakan langkah… Akhirnya pada Januari 2018 kami mulai melangkah. Diawali di sebuah RPTRA di daerah Tebet. Kami mulai kelas resiliensi pertama dari Bounce Back Project. Kelas itu diadakan 2 minggu sekali selama 8 kali pertemuan bersama dengan 20an dengan topik bahasan mengenai keterampilan diri untuk menjadi resilien (bisa bangkit kembali saat gagal atau kesedihan hadir). Banyak sekali hal yang dipelajari untuk kali pertama ini sebagai bahan bersyukur dan berbenah.

Tanpa aku sangka, langkah kami berlanjut di sebuah panti asuhan di daerah Tebet pada bulan Agustis 2018. Di sana ada 30an anak yang mengikuti Kelas Resiliensi kedua yang kami adakan di tahun 2018. Masih sama, 8x pertemuan tetapi seminggu. Kali anak teman-teman yang membantu memfasilitasi kelas juga bertambah. Yap, kali kedua bisa lebih rapi dari kelas pertama, tetapi tetap ada banyak hal yang kami pelajari untuk berbenah.

Setiap tempat punya ceritanya, punya maknanya. Jika kelas pertama, adalah mula yang membuat langkah terpacu, maka kelas kedua seperti permen manis yang membuat betah di jalan ini.

Masih dalam kejutan, Oktober 2018, kami berkolaborasi dengan teman-teman, mengadakan perayaan Hari Kesehatan Mental Sedunia :”) Ini adalah acara untuk public pertama yang kami adakan. Akhir tahun, kami tutup dengan kelas publik kedua, yaitu Self Care in Quarter Life Crisis.

Di tengah-tengah itu, Bounce Back juga berkesempatan kenal lebih banyak lagi komunitas-komunitas yang punya semangat serupa. Yap, 2018 ini penuh syukur untuk sebuah tahun pertama.

Sekian beberapa langkah yang memberi energi baik di tahun 2018. Terima kasih yaaa, sudah membantuku bangkit dari sedih, bangkit dari gagal, berbenah diri, dan tentu bersyukur lebih banyak.

Writing is my way to talk with my self and you too

Leave a reply:

Your email address will not be published.