Langkah

Di Luar Rencana

Setelah beberapa bulan berlalu, baru hari ini aku memutuskan tidur malam sebelum pukul 20.00 WIB dan berencana bangun pukul 02.00 untuk kembali pada deretan huruf. Oh ya, pagi ini aku dapat berita bahwa sudah 200 artikel ku dimuat untuk bobo.id. Semuanya di luar rencana, aku datang ke kantornya hanya untuk berkenalan dengan majalah yang jadi temanku sejak kecil, tak sangka sekarang jadi bagian kecil dari ceritanya. Cerita lengkap ada disini —> Menikmati Hari-Hari Pasca Wisuda

Sama seperti malam ini, aku bangun 22.30 di luar rencana. Lalu, ada kabar dari teman tentang seorang teman yang juga tidak pernah aku sangka sebelumnya. Seorang teman yang begitu kuat dimataku sampai aku pernah bilang,”Ya ampun … kapan istirahatnya, kapan berusaha wujudkan mimpi yang pernah kamu bilang ke aku.”
Aku definisikan kalau waktu kuliah lalu, kami dekat, menghabiskan waktu di luar kuliah untuk terbang kesana-kemari sama-sama. Lalu, ia kembali pada ketajaman berpikirnya untuk hal-hal yang sifatnya organisasi. Lalu, aku pun kembali pada rencanaku.

Kami jarang berjumpa, jarang berkomunikasi. Namun, dalam kepalaku aku sudah tahu bahwa dia yang pintar akan selalu punya daya untuk bertahan walaupun kondisi sulit menghadapi, seperti sekarang. Aku percaya karena hambatan yang aku tahu selalu bisa ia tangani dengan kepiawaiannya berpikir dan bertutur. Tak sedikit kami beda pendapat, tapi kami selalu selesaikan di satu meja walau tak sependapat. Baiklah aku berputar-putar tentang opiniku tentang dia.

Malam ini, aku dapat kabar bahwa dia sedang “dititipkan masalah”, bagus sekali yah pilihan katanya. Ada rasa sedih setelah lama tak jumpa, dari sekian tahun bersama di kampus (sepertinya sebagian besar tempatku, adalah tempatnya juga), lalu kabar datang. Dia minta maaf untuk waktu-waktu tak bisa menjawab banyak orang dan mohon doa untuk kelancaran menghadapi titipan masalah ini. Masalah yang sulit untuk diselesaikan hanya dengan kepiawaiannya berpikir dan bertutur. Tapi aku percaya, ia bisa jalankan ini dengan ketegaran yang ia punya.

Namanya ada dalam doaku malam ini.

Memang hal-hal di luar rencana, akan datang dan pasti datang. Disanalah ujian yang katanya sepadan dengan kekuatan kita mampir untuk dihadapi.

Ini ditulis untuk Aziz, temanku menikmati dunia kampus.

Author

putripuspitaningrum@gmail.com
penuh waktu untuk menjalani dan memaknai; jeda waktu untuk menulis dan berbagi; -sedang berproses menjadi psikolog-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *