Kembali Pulang ke GUIM

Seperti agenda tahunan, di tahun 2018 ini juga aku diberi kesempatan lagi untuk berbagi cerita kepada teman-teman pengajar Gerakan Universitas Indonesia Mengajar angkatan 8, sudah 3 tahun setelah angkatanku selesai masa aksi, tidak terasa yah!

Bertemu dengan pengajar terpilih yang beberapa di antaranya aku temui saat seleksi wawancara jadi membawaku pada masa nostalgia. Ya, sebelum bertemu anak-anak di desa, mempersiapkan diri dan nyali memang jadi hal wajib dilakukan.

Kali ini aku dapat kesempatan untuk share tentang Team Teaching saat aksi. Team Teaching sama guru itu susah-susah gampang, tapi itu tantangan yang menyenangkan. Percayalah, ada banyak “pelajaran hidup” kalau kita mau lebih dalam berkenalan dengan guru-guru yang mau mengajar di daerah. Ada banyak sekali pengalaman yang mereka punya dan memberi sudut pandang baru. Aku senang berbincang dengan guru-guru tentang keseharian mereka, tahun demi tahun yang dilewati di sekolah, dan tentu tentang harapan mereka ke depannya. Ah, aku jadi rindu guru-guru di Sumbarang dan Sindangheula tempatku sejenak jeda dari dunia perkualiahan tahun-tahun lalu.

Hanya ada 25 hari masa aksi, kebersamaan yang tidak bisa terulang apalagi selama itu, kesempatan sekali saja :”)

Writing is my way to talk with my self and you too

Leave a reply:

Your email address will not be published.