Singkat Cerita

Halo September!

Genap 1 bulan lebih 7 hari aku belum mengisi lagi halaman ini dengan lembar yang baru.
Singkat cerita …
Agustus menyenangkan. Banyak hal yang aku rasa memberi pelajaran. Aku masih tetap menari, tetap menulis (maaf jika tidak berkunjung ke halaman ini), potong rambut terpendek sejak 15 tahun terakhir (hahaha). teman-teman widusa, dan masih banyak lainnya, tentu saja sebuah kelegaan dalam proses penyembuhan. Masih ditemani orang-orang terkasih tentunya.

Hal yang terpenting dan tentu saja ingin aku ingat di awal september ini adalah…
Sebuah komitmen tentang “Sampai Tak Ada Rasa”

Sampai Tak Ada Rasa

Waktu itu, setelah selesai menjalankan sesi yang menenangkan, aku bertanya. “Bagaimana cara kita tahu kalau kita sudah benar-benar pulih?” Tentu saja pertanyaan itu datang dariku, seseorang yang masih berusaha untuk pulih hingga sekarang. Jawabannya singkat “Sampai tak ada rasa yang sama seperti dahulu, seperti yang membuat dunia terlihat kelam, atau hingar bingar yang ternyata hanya fantasi.”

Lalu, empat kata itu jadi kata kunci untukku. “Sampai Tak Ada Rasa”, itu kata kunci ketika aku masih terpuruk atau terbawa kesenangan imajinatif tentang “sesuatu” yang pernah jadi masa lalu dan “menurutku” menorehkan luka yang dalam.

Sama seperti luka, jika ia sudah sembuh, maka tak ada lagi sakit. Lalu, tak ada lagi “takut” akan terluka di bagian yang sama. Begitulah “Sampai Tak Ada Rasa”.

Singkat cerita…
Aku merasa aku tengah berjalan menuju “Tak Ada Rasa”, aku sudah lebih dekat dengan pencapaian sebuah pemulihan.
Singkat cerita, aku menuliskan semuanya. Cerita ketika aku luka, ketika aku mengobatinya, hingga sampai tak ada rasa.

Sekian…

September, kita siap untuk mengenang dalam senyuman. Kita siap berjalan dalam ketegaran. Kita siap belajar dalam kebahagiaan 🙂

Oh ya, jika kamu ingin membaca alurnya, silahkan berikan aku alamat e-mail yah 🙂

A psychology learner who love to listen your stories and write them on the paper

Leave a reply:

Your email address will not be published.