Teman Baru #BangkitKembali Panti Asuhan Tebet

Tanpa aku sangka, langkah Bounce Back berlanjut di sebuah panti asuhan di daerah Tebet pada bulan Juli – September 2018. Di sana ada 30an anak yang mengikuti Kelas Resiliensi kedua yang kami adakan di tahun 2018 ini. Oh ya! Aku tidak sendiri, di sini ada Nanda, Virgi, Ratih, Nisa, Nana, dan tentu ada Sas juga.

Masih sama, 8x pertemuan tetapi seminggu. Kali ini teman-teman yang membantu memfasilitasi kelas juga bertambah. Sebelumnya, para mentor dilatih oleh dua psikolog baik, Kak Gita dan Kak Melissa. Ada 15 mentor yang ikut membantu. Siapa saja teman baik itu?
1. Anita: menurutku ia tidak banyak bicara, tetapi punya senyum tulus ketika bersama anak-anak di kelompoknya. Sampai akhir, sebenarnya aku belu juga banyak bicara dengannya, huhhu. Semoga ada kesempatan di lain waktu lagi.
2. Azka: aku senang banget waktu Azka mau jadi salah satu fasil anak-anak di bawah 5 tahun walaupun ajakan itu baru muncul di tengah periode kelas. Terima kasih Azka!
3. Dewinta: sumpah nggak nyangka bisa ketemu Dewinta sesering ini, waktu sama-sama di Bali malah jarang ketemu. Aku kenal Dewinta dari SMA waktu itu kami ikut lomba bareng. Seperti Dewinta yang ku kenal, dia tetap lembut dan murah senyum.
4. Hasya: sama seperti Azka, aku ajak Hasya di tengah periode kelas juga untuk jadi fasil anak-anak di bawah 5 tahun. Dia lembut orangnya 😊
5. Ucha: Aku wawancara Ucha waktu seleksi mentor, hmmm ku sudah yakin kalau dia punya niat baik dan enak diajak ngobrol. Rame!
6. Mira: Adik kelas di psikologi juga. Mira jago untuk handle anak-anak di kelompok. Aku masih pengen ngobrol banyak tapi belum kesampean :’)
7. Nata: Lucu deh, aku ajak Kak Nata waktu dia awal-awal chat aku tentang penerimaan mahasiswa baru di Psikologi UI. Kami sama-sama diterima di Profesi Psikologi Klinis Anak. Nggak sabar mau ngobrol banyak.
8. Dian: Yooo, teman S1 dan sempat sekantor juga. Dian tepat waktu sekali, tepat janji, dan berusaha memberikan yang terbaik.
9. Zando: Mentor chapter 1 yang baik banget masih mau terus lanjut di Chap 2 ini. He is kind! Thanks, Zando!
10. Siwi: aku β€œtahu” kak Siwi sudah lama waktu di kampus, tapi baru kali ini bisa satu momen sama-sama. Kakak ini pengalamannya banyak tetapi rendah hati untuk mendengar.
11. Sonny: Sama kayak kak Siwi, kakak kelas di kampus juga. Nggak banyak bicara tapi ketika sama kelompok, aku senang karena Kak Sonny bisa mengarahkan dengan baik.
12. Qaishum: sama kayak Kak Siwi dan Kak Sonny, kakak kelas di psikologi juga, malah belum pernah ngobrol samsek di kampus sampai lulus. Senang bisa berkegiatan sama Kak Ichum 😊
13. Yenny: teman baru Putri yang care banget, meluangkan waktu dan perasaan sebisa mungkin untuk anak-anak di kelompoknya. Dia bisa dipercaya :”)
14. Ara: pertama ketemu waktu di Manusaya. Ara punya banyak cerita yang bisa dibagi ke banyak teman.
15. Diki: temannya Anita dan mirip seperti Anita hihi, nggak banyak bicara tapi Diki berusaha untuk melakukan hal terbaik pada kelompoknya 😊
Terima kasih yah teman-teman mentor!

Yap, kali kedua bisa lebih rapi dari kelas pertama, tetapi tetap ada banyak hal yang kami pelajari untuk berbenah.
Setiap tempat punya ceritanya, punya maknanya. Jika kelas pertama, adalah mula yang membuat langkah terpacu, maka kelas kedua seperti permen manis yang membuat betah di jalan ini.

Writing is my way to talk with my self and you too

Leave a reply:

Your email address will not be published.