Pena Berpita Coklat

5 April 2011

Seketika langit cerah menampakkan indahnya..

ketika denting kehidupan masih berjalan..

ketika riak air masih dapat didengar..

kejenuhan hati tak kunjung berhenti mengejar..

menjaring berbagai tanya dalam lingkaran kerinduan..

Pena berpita coklat dihempas angin..

terusir dari damainya hati..

terusir dari indahnya cinta dalam kerinduan..

tak berhenti terhempas..

angin seketika pergi dengan cepat,,

membawa pena terbang lebih jauh..

menjauh dari riak air dan dentingan senyum kehidupan..

masih terhempas…

mendekati kumpulan selimut biru..

menyapa dengan angkuh..

dan lagi,, tersesat dalam kerinduan semu..

semakin jauh terhempas..

semakin angkuh ujian Tuhan yang datang..

tapi nafas pena coklat enggan meninggalkan rangkaian kehidupan..

ia berbalik..

menantang angin yang menghempas..

menunjukan daya yang selama ini terpendam..

membawa kelemahan yang selalu melekat..

yaa, melekat untuk menjadi kuat..

melekat tidak untuk selamanya..

ia melawan hempasan angin..

mendekati kerinduan..

sampai pada selimut biru..

menyapa dengan senyuman..

mendekati riak air dan dentingan senyum kehidupan..

tiba dengan indahnya..

semakin cepat..

semakin dekat dengan indahnya cinta dalam kerinduan..

melangkah perlahan menuju kedamaian hati…

dan kini..

ia benar-benar telah kembali ..

Writing is my way to talk with my self and you too

Leave a reply:

Your email address will not be published.