Catatan Tengah Tahun

Hei!
Kamu selamat sampai di titik ini. Ada cerita demi cerita yang mengisi tengah tahun ini sampai bisa muncul kesimpulan “oh baik-baik saja” dan menyesapi tenang di antaranya. Beberapa akan aku ceritakan di sini 😊

Perihal Menerima

Di titik ini, aku merasa banyak dilatih perihal “menerima” dan kabar baiknya hasil latihan itu pun sudah terlihat. Tenang sekali rasanya bisa lebih terbuka dan tenang ketika menyambut pengalaman datang. Penerimaan membuat tidak banyak energi keluar tanpa tujuan atau akhirnya habis kelelahan.

Penerimaan yang seperti apa?

Penerimaan ini bukan pasrah atau membiarkan sesuatu terjadi begitu saja. Bukan itu. Penerimaan di sini adalah membuka pintu ketika ada yang mengetuk, mendengar apa tujuannya datang, lalu menimbang ia bisa masuk atau tidak. Kalaupun tidak ada pilihan dan harus menyilakannya masuk, maka merasakan sisi baik dari kehadirannya.

Sebelum ini, aku masih suka mempertanyakan “kenapa ini?” dan “kenapa itu?” bahkan sebelum aku bertemu dan mendengarkan maksud kedatangan. Itu lelah dan tidak berujung baik karena kita hanya berputar-putar pada kekhawatiran, bertanya pada diri sendiri, dan akhirnya tidak terjawab apapun itu karena jawaban yang kita harapkan datangnya bukan dari diri sendiri. Kita juga harus terima jika “saat ini” kita memang belum tahu dan perlu tahu sehingga sediakan waktu untuk mendengar dulu.

Ketika aku mengawali dengan penerimaan, semua jadi berjalan penuh kelegaan. Menghadapi pertanyaan, keraguan, hingga kekurangan. Kurusan? Kecil sekali? Suaranya kayak anak kecil? ….. Bisa dipercaya? Saya terganggu sama suara kamu? atau cerita membatalkan janji berkali-kali? Tidak tepat waktu? ……

Aku menerima kehadirannya, mendengar maksud yang terdengar hingga yang terpendam. Lalu memilahnya. Tidak apa salah, tidak apa kurang selama langkah menuju maju mengikuti waktu. Untuk apa bersembunyi dibalik baik-baik saja jika memang tidak begitu adanya?

Menyadari bahwa setiap orang jelas punya kebebaskan bicara, bertanya, dan berperilaku. Lalu aku? Bebas menyaring mana yang perlu dipikirkan, mana yang sebaiknya ditinggalkan. Menyadari kalau aku adalah manusia yang masih perlu belajar menjadi lebih baik. Merekapun manusia yang sedang menjadi lebih baik dengan cara mereka.
Berbeda? Sangat mungkin.

Perihal Kejutan

Banyak kejutan yang hadir ketika aku menerima. Banyak hal yang awalnya aku “tidak tahu” karena berfokus pada “menolak” menjadi lebih jelas ketika aku sediakan ruang untuk mendengar —- menerima. Hal-hal baik berdatangan tanpa ku kira, secukupnya yang aku butuhkan, bahkan menjadi lebih berharga ketika aku merasa perihal “cukup” menjadi lebih bermakna kali ini.

Ada banyak syukur tersebar mengelilingi. Aku merasa dikelilingi banyak kebaikan yang mengingatkan aku bahwa tentu ada hal yang tidak baik juga di sekitar. Aku merasa “terlindung”, ada selapis tambahan di sekitarku untuk membuat “tenang” tak cepat-cepat hilang ketika yang tidak enak hadir. Selapis tambahan yang membuatku melihat dengan cara berbeda kali ini.

Memandang sesuatu menuju titik nadir, kosong, kembali pada saat ia menuju.
Akan ku ceritakan perihal ini lebih dalam di tulisan lain nantinya.

Perihal Harapan

“Penerimaan” bukanlah kata yang membolehkan kamu diam saja. Ia pun menyatu dengan harapan yang menuntun berjalan ke depan. Sulit dimengerti?

Waktu di kelas, hari pertama memasuki dunia kuliah dulu, ada pertanyaan dari dosen? “Apa sih yang dibutuhkan manusia?”

Apapun itu Namanya, tetapi yang terlintas di kepala dan kukatakan ketika ditunjuk “menjadi lebih baik”.

Pada dasarnya kita digerakkan oleh keinginan “menjadi lebih baik”, itulah harapan. Hanya mungkin caranya mencapai itu yang akhirnya bisa dimanipulasi. Ada yang pakai cara yang baik dan ada yang terbalik. Baiknya kita “menerima adanya harapan” itu. Penerimaan membawa kita sampai pada titik untuk dituntun dalam mencapainya.

Sampailah pada titik terdalam dirimu, di sana kamu pun sampai pada titik terluar dirimu.
Sampailah kamu pada makna.

Writing is my way to talk with my self and you too

Leave a reply:

Your email address will not be published.