Pikirasa

Embun Malam-Malam

Awalnya aku ingin bicara pada embun. Tapi jalan tak mengijinkan untuk itu. Jadi ku kirim pesan singkat padanya dan berbalas …


sebuah pesan singkat untukku


Aku baca perlahan pesan singkat itu

Mataku panas

Bukan sedih, tapi terharu

Terharu oleh kerendahan hati seseorang yang hangat disana


Ia bilang bahwa ia amat menyayangi

Aku pun sama

Di pesan singkat yang aku kirimkan sebelumnya, aku katakan itu

Andai saja bisa ku kirim ragaku kesana

Akan kupeluk erat dan pasti berbumbu air mata


Dari dasar hati yang kepenuhan rindu ini

Jika saja bisa, bukan pesan singkat itu yang aku kirimkan

Tapi hal lain yang mungkin membuatnya lebih bahagia

Aku sudah menulis daftarnya

Semoga aku punya daya di waktu yang tepat untuk wujudkan itu



Ia bilang bahwa ia sedang menghadapi tantangan

Aku katakan bahwa aku akan selalu mendukungnya

Seperti bagaimana ia mendukungku yang dulu

Dari tertidur jadi terduduk

Dari duduk jadi berdiri

Kemudian mulai melangkah pelan

Berlari

Hingga sekarang aku menyeberangi selat


Aku tahu cobaan yang ia hadapi hingga sekarang itu tak mudah

Aku juga tahu bahwa ia bagian malaikat yang kuat

Aku mau Tuhan berikan ketegaran yang berlapis tanpa akhir untuknya

Begitulah doa yang bisa kuselipkan tiap malam


Ia bilang maaf padaku karena tak bisa jadi sempurna

Aku katakan bahwa ia adalah anugerah paling sempurna yang pernah kuterima

Jadi anak kecil yang dulu memegang tangannya adalah satu kedamaian surga

Jadi anak kecil yang belajar membaca dan menulis dengannya adalah satu lentera hidup

Jadi anak kecil yang belajar bernyanyi dan menari dengannya adalah satu bekal abadi


Aku  katakan padanya kalau ia cinta pertama dan terakhirku

Aku  katakan padanya bahwa sesegera mungkin aku akan temani ia menghabiskan hari-hari kami bersama

Aku katakan padanya bahwa aku akan mengajaknya jalan-jalan bersama

Aku minta doa padanya agar aku tak jadi anak yang mengecewakan


Aku sangat menyanyangi pemberi pesan sejuk malam ini

Ia bagai embun malam-malam di tengah lelahnya hari ini



Selamat Hari Ibu

Jika saatnya nanti, aku juga ingin jadi embun seperti Ibu :’)

Putri

Author

putripuspitaningrum@gmail.com
penuh waktu untuk menjalani dan memaknai; jeda waktu untuk menulis dan berbagi; -sedang berproses menjadi psikolog-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *