Pikirasa

Salam dari Ayra

Harusnya aku bersyukur dengan apa yang telah aku dapatkan saat ini. Begitulah kira-kira kata banyak orang kepadaku. Sebuah keluarga hangat tanpa banyak masalah berarti, teman-teman yang tak berhenti menemani, dan banyak lagi lainnya. Banyak yang bilang aku cantik, bahkan beberapa celetukan intinya,”Tak perlu sekolah tinggi-tinggi pun paling tidak aku bisa jadi model atau artis yang kaya.” Belum lagi ketika orang-orang mengetahui bahwa pacarku saat ini dari keluarga yang cukup terpandang. Mereka bahkan menyampaikan rasa irinya secara terang-terangan. Aku hanya tertawa kecil dengan berbagai obrolan lucu itu.

Aku punya Abang yang sebentar lagi akan menikah. Namanya Arya, mirip namaku, tinggal dipindah satu huruf. Aku sangat sayang Abang, begitu pula Abang padaku. Saking sayangnya, seminggu sebelum hari pernikahannya, kami pergi hanya berdua saja beberapa hari untuk menikmati waktu bersama. Kata Abang, ia akan tetap jadi abang seperti biasa walaupun sudah menikah. Ntahlah, mendengar kata itu aku jadi menangis dan langsung memeluk Abang. Pelukan kali ini sekaligus pelukan perpisahan sepertinya.

Pelukan hangat sambil terisakpun aku berikan pada Gilang. Seperti biasa, Gilang selalu menenangkan dengan kehangatan tuturnya. Hal ini juga yang akhirnya membuatku tak bisa pergi dari Gilang. Ia laki-laki yang sempurna untuk aku dan bahkan untuk keluargaku. Ibu, Ayah, dan Abang sangat sayang pada Gilang, sudah seperti anak sendiri. Walaupun hubungan kami belum genap tiga tahun, tetapi kehadiran Gilang sangat melengkapi hidupku. Hal ini juga yang membuatku sulit untuk memberikan pelukan terakhir pada Gilang. Aku tak bisa katakan jujur padanya tentang kepergianku yang aku pun tak tahu kemana dan apakah akan kembali atau seperti apa. Isakanku dianggap Gilang karena Abang akan menikah dan aku takut akan kehilangan Abang. Biarlah Gilang menganggap aku seperti itu. Aku masih belum bisa ceritakan ini padanya.

 

Author

putripuspitaningrum@gmail.com
penuh waktu untuk menjalani dan memaknai; jeda waktu untuk menulis dan berbagi; -sedang berproses menjadi psikolog-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *