Pikirasa

Selamat Tahun Baru

Sampailah di awal Tahun Baru Caka 1939.

Hal yang berbeda adalah tempat dimana aku melaksanakan Catur Brata Penyepian. Biasanya di rumah atau di kos (waktu kuliah), tapi tahun ini aku ternyata bisa melaksanakannya di Pura Pahrayangan Agung Jagatkarttha Tamansari Gunung Salak di Bogor. Rasanya ……… haaaah bahagia.

Pura ini adalah salah satu pura yang membuatku jatuh cinta. Pertama, disini sejuk sekali, pemandangannya indah, suasananya nyaman untuk beribadah. Kedua, karena Sas pertama bilang sayang disini (lho? abaikan!).

Bagaimana Tahun Baru?

Hah, satu hal yang pasti adalah penuh syukur. Tahun ini diawali rasa -lega- ditambah suasana matahari terbit dari balik gunung. Yah, pemandangan yang jarang-jarang dirasakan di hiruk pikuk Jakarte, wkwkwk (mau cari gunung dimana?). Lalu, rasa -lega- melewatinya bersamanya orang-orang terkasih.

Tahun ini dimulai dengan cukup banyak perubahan dan disanalah introspeksi memuncak. Ketika bukan mahasiswa lagi, ketika meninggalkan Depok dan semakin mendekat ke pusat kota, ketika mendapat gambaran masa depan dengan lebih jelas, tantangan demi tantangan baru, dan yang pasti usia yang diizinka semesta untuk bertambah.

“Siapa yang sangka kamu sampai di sini Put?”

Iya, tidak pernah menyangka. Pertama, tujuan dibuat, lalu rencana proses dibuat (mohon maaf orangnya linglung kalau tanpa rencana), lalu jalani dengan badai dan hujan es-nya (kemarin Jakarta hujan es loh), dan hasilnya biarkan jadi kejutan, yuhuuuuu itulah gambaran besar kehidupan Putri selama ini, haha.

Saat memulai tahun lalu aku membuat daftar harapan, dari yang paling aneh sampai yang masuk akal. Tidak semuanya terkabul tapi yang terkabul sudah membuatku bahagia dalam skala lebih lebih lebih dari cukup. Semesta pasti tahu yang mana yang baik untuk sampai padamu, kan?

Begitu pula saat memulai tahun ini. Harapan-harapan itu aku tulis di kertas, digulung, lalu masukkan ke botol (kebanyakan baca dongeng).

Satu hal yang aku ingat dari awal sampai habis tahun lalu adalah “Your passion will lead you to the best place”. Aku pernah coba-coba cicip rasa, tapi tetap yang paling seru adalah lika-liku dunia anak dan remaja. Sampai lah akhirnya aku di tempat yang baru, tempat dengan ruang kreasi terbuka untuk wujudkan harapan tahun baru. Seru sekali! Itulah kata-kata untuk sepanjang tahun kemarin.

Tahun Baru Caka juga ingatkan aku pada Bapak. Disanalah ia tenang dan seakan bilang “Kamu sudah siap kok tanpa Bapak.” Mengutip satu kalimat dari temanku Gio … “because I believe that after we’re gone, the spirit carries on”. Momen inilah yang membuatku semakin merasa -ada Bapak dimanapun, tanpa perlu pesawat Bali-Jakarta, hahaha-

Bagaimana Tahun Baru untukmu?

Matahari pagi yang malu-malu muncul dari balik gunung dan matahari sore yang seakan tak mau pergi, keduanya kompak membuat langit jadi oranye. Keduanya juga kompak menggambar rasa damai dari mata turun ke hati. Semoga kedamaian selalu ada dalam diri kita yah, begitu pula yang ditampilkan pada orang lain. Dimana damai itu rasanya hilang, tarik nafas panjang dan hembuskan perlahan. Buat ia jinak untuk kamu taklukkan. Pasti bisa karena diri ini adalah tuannya.

(foto: pinterest.com)

Author

putripuspitaningrum@gmail.com
penuh waktu untuk menjalani dan memaknai; jeda waktu untuk menulis dan berbagi; -sedang berproses menjadi psikolog-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *