#TanyaJuni: Dari Buku ke Buku

Ada satu pertanyaan yang masuk,”Kak, gimana caranya rajin baca buku?”

Aku sendiri merasa belum “rajin”, beberapa kali terjebak (belum bisa kontrol diri) untuk tidak banyak bermain gadget atau tidur, padahal ada waktu yang bisa digunakan untuk membaca. Hmmm, semoga aku bisa lebih baik mengelola diri.

Hal pertama yang terpikir saat ditanya tentang membaca adalah kereta. Perjalanan menggunakan kereta memberi ruang untukku lebih banyak membaca, dengan catatan ketika kereta ramah (tidak terlalu penuh). Mau duduk ataupun berdiri, aku nyaman membaca di kereta. Jadi, semakin tinggi tingkat bepergian sendiri dengan kereta, semakin banyak hal yang aku baca.

Selain kereta, hal yang menyelamatkan kesukaanku untuk membaca adalah ketika sendirian di kamar atau di suatu tempat (biasanya saat menunggu teman). Yap, ini momen yang bisa digunakan untuk membaca. Apalagi ketika ada banyak orang, aku cenderung lebih suka mengobrol, mendengar cerita, atau mengamati mereka berkegiatan, hehe. Namun, aku merasa masih perlu memperbanyak waktu membaca sebelum tidur malam.

Aku pikir kegiatan membacaku banyak didorong oleh rasa “suka” saat membeli bukunya (atau pinjam, hehe) dan “suka” setelah baca bukunya. Aku terbilang jarang mengikuti zaman dalam memilih buku. Biasanya aku memilih “buku” yang tiba-tiba bertemu aku. Contohnya, saat habis gajian dan mampir ke toko buku, aku akan jalan-jalan berkeliling, membaca satu per satu sinopsisnya, dan akhirnya memilih, hehehe. Beberapa buku juga merupakan hasil rekomendasi teman. Aku percaya ketika buku yang kita pilih memang yang kita suka, maka kegiatan membaca juga akan lebih menyenangkan.

Hal lain selain suka adalah komitmen untuk selesai membaca 1 buku sebelum membeli buku yang lain. Aku rasa ini cukup membantuku untuk “sayang” sama buku. Definisi sayangku adalah membacanya dengan mendalam, berbagi hal baik di dalamnya, berikan pada orang lain yang juga ingin membaca. Oh ya, aku sebenarnya tidak mengoleksi buku, ehehe aku rasa ketika buku itu berjalan dan sampai di lebih banyak mata, akan lebih bermakna (tapi ini untukku yah).

Terakhir, percayalah bahwa ada hal baik di setiap buku yang sampai padamu, dan hal baik itu mempercayakan padamu untuk “tahu” tentangnya. Banyak hal baru yang aku dapat dari membaca, dari mengenal penulis dan sudut pandangnya, kata-kata baru, pengetahuan baru, jenis font, teknis menulis, dan berbagai hal lain. Hal-hal ini juga membantuku untuk lebih menikmati masa-masa saat menulis. Yap, aku lebih banyak membaca daripada menulis, hehehe

Oh ya, aku tidak membatasi jenis bacaan, aku suka non fiksi, aku suka fiksi, atau lembaran-lembaran artikel, termasuk yang dimuat di media online. Hal yang aku tidak suka adalah “bacaan” yang sengaja dibuat untuk memprovokasi hal negatif, bacaan yang mengandung informasi tidak benar, dan lain-lain (kalian tahu sendiri lah ya, jadi mesti bijak juga dalam memilih dan menanggapi bacaan).

Yap, kira-kira itu dari aku 😊

***
Beberapa waktu lalu aku juga sempat tanya di ig story alasan-alasan suka pada kegiatan membaca. Ini aku rangkum jawabannya yaah. “Alasan” itu bisa menjadi dorongan besar untuk suka lalu rajin membaca, loh! Semoga ada yang mengena di hati!
a. Suka belajar hal baru, bisa memenuhi rasa ingin tahun kita sendiri.
b. Merasa “butuh” lalu mendorong diri untuk membaca, akhirnya suka.
c. Membaca bisa jadi ruang berimajinasi sesuka hati, berimajinasi tanpa batas
d. Membaca membuat tenang (kamu bisa pilih bacaan sesuai dengan emosi yang ingin kamu ciptakan loh). Saat asyik baca juga bisa lupa sama sedih, masalah, atau galau-galaunya hidup (wkwkw, I feel you!)
e. Membaca membantu mengurai pikiran yang ruwet (ah, ini aku setuju banget! Sebagai orang yang suka mikir wkwk).
f. Membaca bisa mengubah sikap kita (Yap, bisa jadi ketika ada sudut pandang baru yang terbuka.)
g. Agak serius nih, membaca bisa meningkatkan kinerja sel otak dan mencedah penyakit demensia.
h. Membaca bisa mengantarkan kita ke berbagai tempat bahkan tanpa berpindah tempat.

Oh ya, jadi inget. Sekarang kan lagi zaman “berkeliling berbagai tempat yah” untuk dapat suatu pengalaman, emosi positif, atau hal lainnya. Yap, pengalaman langsung memang benar lebih membuat kita “merasakan” tetapi ketika digabungkan dengan membaca (misal coba baca dulu -cerita- di balik sesuatu terbentuk atau sejarah suatu tempat), maka perjalanan akan lebih membuat kita “peka” akan hal-hal sekitar.

Selamat menikmati dan memaknai bacaan! 😊

Writing is my way to talk with my self and you too

Leave a reply:

Your email address will not be published.